Rabu, 14 Mei 2014

Majalah Muhammadiyah

Sebagai seorang muslim, bacaan keagamaan harus menjadi menu utama. Selain menjadikan rujukan dan referensi pribadi, majalah Suara Muhammadiyah adalah corong "di atas dan untuk semua golongan". Bukan hanya untuk kader, tapi untuk seluruh umat islam di Indonesia.
Tafsir At Tanwir dan pembahasan hadits dhoif serta tanya jawab yang bernilai tinggi dan salah satu favorit yang utama dilihat dan dibaca. Tahun 2013 lengkap ada 24 edisi, trims tuk penerbit dan sekalian sahabat warga Muhammadiyah semoga kita mampu membawa "obor" dari isi majalah ini.
Tetapi blog ini masih dalam perawatan mohon bersabar.....
"NGAJI" lagi.

Edisi 2013
1. Menjadi Muslim Pencerah
2. Identitas Muhammadiyah Terbarukan?
3. Bangsa Berbelok Arah
4. Deislamisasi Budaya Lokal
5. Remaja dan Dispensasi Nikah
6. Koruptor Bergelimang Mewah
7. Gairah Politik Sekarang
8. RUU Ormas
9. Pilihan Politik Kekuasaan
10. Jalan Simpang Demokrasi
11. Ummat Haus Bimbingan
12. Taqlid Buta Politik
13.  Kontroversi Prilaku Muslim
14. Generasi Ababil
15. Spiritual Yang Terkoyak
16. Praksis Sosial Ihsan
17. Praksis Islam Nirkekerasan
18.  Reorientasi Sosial Muhammadiyah
19. Budaya Produk Kapitalis
20. Rezim Politik Tukang Sihir
21. Panen Prahara Dunia Arab
22. Muhammadiyah Inspirator Pembangunan Berkemajuan
23. Merajut Ukhuwah Memacu Kemajuan
24. Badai Budaya Bangsa

Sabtu, 03 Mei 2014

BLOG PRIBADI

Blog ini bersifat pribadi dan tidak untuk umum sebagai landasan teori-ilmu pengetahuan. Melainkan data-data pribadi yang tidak untuk publikasi. Mengambil data di blog ini harus ada konfirmasinya.




link berita
1. Kementerian Agama
 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
3. Kementerian PAN
4. BKN
5. MAPENDA KEMENAG BOGOR
6. PAIS KEMENAG BOGOR
7. BERITA DETIK.COM
8. BERITA REPUBLIKA
9. BERITA RAKYAT MERDEKA
10. BERITA ERA MUSLIM 
ANALISIS STATISTIKA
           1. Analisis Statistika 1 
           2. Analisis Statistika II
           3. AnalisisStatistika Penelitian Manual

Pengantar Manajemen dan Bisnis
1. Pendahuluan
2. Organisasi Bisnis
3. Manajemen dan Organisasi
4. Fungsi Perencanaan
5. Fungsi Organisasi
6. Fungsi Pengarahan
7. Fungsi Pengendalian
8. Dasar-Dasar Akuntansi
9. Manajemen Keuangan
10. Manajemen Sumber Daya Manusia
11. Manajemen Operasi
12. Manajemen Pemasaran
PENGANTAR MANAJEMEN
               Pengantar Manajemen 1
               Pengantar Manajemen 2 
MANAJEMEN STRATEGIK
          1. Pengertian dan Ruang Lingkup
          2. Analisis Lingkungan Perusahaan
          3. Manajer dan Lingkungan EFAS
          4. Visi, Misi, Tujuan, dan Falsafah
          5. Analisis Strategi
          6. Variasi dan Pilihan Strategi
          7. Aplikasi Analisa SWOT
          8. Penerapan Rencana Bisnis dan Budaya MBO dan TQM
          9. Pengendalian dan Evaluasi Perusahaan
         10. Strategi Pasar Global
         11. Masalah dan Isu Strategi
         12. Balance ScoreCard
Dasar-Dasar Manajemen
Mata Perkuliahan Dasar-Dasar Manajemen Pendidikan
          1. Pengertian Manajemen dan Ruang Lingkupnya
          2. Sejarah dan Perkembangan Teori Manajemen
          3. Manajer dan Lingkungan Eksternal Oganisasi
          4. Perencanaan dan Penetapan Tujuan Organisasi
          5. Pengorganisasian
          6.  Staf dan Manajemen SDM
          7. Pengawasan (Controlling)
          8. Kepemimpinan (leadership)
          9. Manajemen Konflik I
         10. Manajemen Konflik II
         11. Kepemimpinan

Jumat, 02 Mei 2014

STAIT SAHID MODERN BOGOR

MATA KULIAH STAIT MODERN SAHID BOGOR

A. PENGANTAR MANAJEMEN DAN BISNIS

B. PENGANTAR MANAJEMEN
             
C. DASAR-DASAR MANAJEMEN

D. MANAJEMEN STRATEGIK
                   
E. ANALISIS STATISTIKA
         




Jumat, 07 Maret 2014

Proposal PTK MI (Istri)



A.   PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENJAWAB ISI DONGENG DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK MELALUI BIMBINGAN DAN LATIHAN
DI KELAS III MI SIROJUSSIBYAN CIBATOK
CIBUNGBULANG BOGOR


B.   BIDANG KAJIAN
Masalah Belajar Peserta didik di Madrasah

C.   PENDAHULUAN
Dongeng merupakan kisah atau cerita yang didalamnya mengandung pembelajaran yang berguna bagi peserta didik. Pesan yang disampaikan dalam dongeng mengandung pendidikan dan merupakan pelajaran yang paling mudah disampaikan seorang kepada peserta didik terutama untuk kalangan anak-anak.
Kuncinya dalam mendongeng adalah menguasai cerita dan penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sehingga pesan yang akan disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengarnya yaitu anak-anak.
Dalam kurikulum pada Madrasah Ibtidaiyah tahun 2011, pada kelas tematik bahasa Indonesia siswa diharapkan nantinya memiliki kemampuan berbahasa yang meliputi: (a) mendengarkan, (b) berbicara secara efektif dan efisien, (c) membaca dan memahami, dan (d) menulis secara efektif dan efisien. Tujuan dari kemampuan yang diharapkan itu sebenarnya agar siswa mampu berinteraksi maupun berkomunikasi sehingga potensi pada dirinya akan tergali.
Khusus untuk siswa kelas III yaitu kelas Tematik bahasa Indonesia di MI Sirojusshibyan Cibeureum Kecamatan Cibungbulang. Selama 3 kali semester, yaitu tahun pelajaran 2012-2013 semester 1 dan 2 serta tahun pelajaran 2013-2014 semester 1 ternyata hasilnya masih belum memuaskan, terutama dalam menjawab isi dongeng.
Kesulitan yang sering terlihat pada siswa khususnya dalam menjawab isi dongeng, siswa tidak bisa memahami isi dongeng sehingga siswa kesulitan menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan isi dongeng, ada juga siswa yang terkadang kurang berani menanyakan kepada guru walaupun sebenarnya tidak mengerti.
Beberapa kali pemberian tugas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menjawab isi dongeng dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar hanya sebagian kecil siswa yang menjawab benar sedang sebagian besar lainnya tidak menjawab dengan benar. Sehingga siswa yang tidak menjawab dengan benar bisa dianggap tidak lulus, sedangkan yang menjawab benar dinilai telah lulus sesuai dengan ketentuan nilai KKM. Maka dibawah ini disajikan beberapa data selama 3 semester terakhir sebagai berikut:


Selama pembelajaran berlangsung siswa ada yang asyik mendengarkan dongeng dengan baik, namun tidak ada yang mengajukan pertanyaan bahkan ada juga siswa yang asyik bermain sendiri di tempat duduknya. Kondisi seperti itu menyebabkan rencana pembelajaran yang sudah disusun tidak dapat berjalan dengan baik, dan tujuan pembealajran tidak dapat tercapai secara maksimal.
Berdasarkan alasan tersebut, peneliti meminta bantuan teman sejawat untuk mengidentifikasi kekurangan setelah pembelajaran dilaksanakan. Hasil diskusi dengan teman sejawat ditemukan beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran antara lain:
1.    Siswa tidak bisa memahami isi dongeng, sehingga mengalami kesulitan dalam menjawab isi dongeng.
2.    Siswa kurang berani mengajukan pertanyaan.
3.    Tingkat penguasaan siswa dalam memahami Bahasa Indonesia dan mengembangkan kosa kata masih rendah.
Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, penulis melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas. Selanjutnya

Jumat, 28 Februari 2014

Mari Sembari menunggu Pelaksanaan UN 2014 kita berdoa Doa UN 2014

Kamis, 27 Februari 2014

Administrasi KBM

Administrasi KBM
1. Perangkat Perencanaan KBM
    a. Cover
    b. Kalender Pendidikan
    c. Distribusi Waktu
    d. SK dan KD
    e. Program Tahunan
    f.  Program Semester
    g. Kreterian Ketuntasan Minimal (KKM)
    h. Pemetaan SK dan KD
     i. Silabus Berkarakter
     j. Pemetaan Taksonomi Bloom

2. Perangkat Penilaian Hasil Pembelajaran
    a. Cover
    b. Jurnal Harian
    c. Daftar Hadir Siswa
    d. Daftar Nilai Siswa
    e. Tabel Ketuntasan
     f. Penilaian UTS dan UAS
    g. Program Remedial dan Pengayaan
    h. Analisis Nilai Semester
     i. Laporan Nilai Kendali Tarap Serap
Khutbah Jum'at

Sabtu, 22 Februari 2014

Lirik Lagu Lir-ilir (Sunan Kali Jogo)

Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak iyo…

*Arti Lirik Lagu Lir-ilir
Bangunlah, bangunlah
Tanaman sudah bersemi
Demikian menghijau bagaikan pengantin baru
Anak gembala, anak gembala panjatlah (pohon) belimbing itu
Biar licin dan susah tetaplah kau panjat
untuk membasuh pakaianmu
Pakaianmu, pakaianmu terkoyak-koyak di bagian samping
Jahitlah, benahilah untuk menghadap nanti sore
Mumpung bulan bersinar terang,mumpung banyak waktu luang
Ayo bersoraklah dengan sorakan iya

*Makna yang terkandung lagu Lir-ilir adalah sbb:
Sebagai umat Islam kita diminta bangun. Bangun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas untuk lebih mempertebal keimanan yang telah ditanamkan oleh Alloh dalam diri kita yang dalam ini dilambangkan dengan tanaman yang mulai bersemi dan demikian menghijau. Terserah kepada kita, mau tetap tidur dan membiarkan tanaman iman kita mati atau bangun dan berjuang untuk menumbuhkan tanaman tersebut hingga besar dan mendapatkan kebahagiaan seperti bahagianya pengantin baru. Disini disebut anak gembala karena oleh Alloh, kita telah diberikan sesuatu untuk digembalakan yaitu HATI. Bisakah kita menggembalakan hati kita dari dorongan hawa nafsu yang demikian kuatnya? Si anak gembala diminta memanjat pohon belimbing yang notabene buah belimbing bergerigi lima buah. Buah belimbing disini menggambarkan lima rukun Islam. Jadi
meskipun licin, meskipun susah kita harus tetap memanjat pohon belimbing tersebut dalam arti sekuat tenaga kita tetap berusaha menjalankan Rukun Islam apapun halangan dan resikonya. Lalu apa gunanya?
Gunanya adalah untuk mencuci pakaian kita yaitu pakaian taqwa Pakaian yang dimaksuda adalah pakaian
taqwa kita. Sebagai manusia biasa pasti terkoyak dan berlubang di sana sini, untuk itu kita diminta untuk selalu memperbaiki dan membenahinya agar kelak kita sudah siap ketika dipanggil menghadap kehdirat
Alloh SWT. Kita diharapkan melakukan hal-hal diatas ketika kita masih sehat (dilambangkan dengan terangnya bulan) dan masih mempunyai banyak waktu luang dan jika ada yang mengingatkan maka jawablah
dengan iya.
Share on Facebook

Jumat, 21 Februari 2014

RAMALAN JAYABAYA

  1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
  2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
  3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
  4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
  5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
  6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
  7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
  8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
  9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
  10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
  11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
  12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
  13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
  14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
  15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
  16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
  17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
  18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
  19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
  20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
  21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
  22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
  23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
  24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
  25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
  26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
  27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
  28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
  29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
  30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
  31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
  32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
  33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
  34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
  35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
  36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
  37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
  38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
  39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
  40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
  41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
  42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
  43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
  44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
  45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.
  46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
  47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
  48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
  49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
  50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang gonta-ganti pasangan.
  51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
  52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
  53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
  54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
  55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
  56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
  57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
  58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
  59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
  60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
  61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
  62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
  63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
  64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
  65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
  66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
  67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
  68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
  69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
  70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
  71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
  72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
  73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
  74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
  75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
  76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
  77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
  78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
  79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
  80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
  81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
  82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
  83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
  84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
  85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
  86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
  87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
  88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
  89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
  90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
  91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
  92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
  93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
  94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
  95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
  96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
  97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
  98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
  99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
  100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
  101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
  102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
  103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
  104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
  105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
  106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
  107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
  108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
  109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
  110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
  111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
  112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
  113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
  114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
  115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
  116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
  117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
  118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
  119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
  120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
  121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
  122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
  123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
  124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
  125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
  126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
  127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
  128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
  129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
  130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
  131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
  132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
  133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
  134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
  135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
  136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
  137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
  138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
  139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
  140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
  141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
  142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
  143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
  144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
  145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
  146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
  147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
  148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
  149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
  150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
  151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
  152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
  153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
  154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
  155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
  156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
  157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
  158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
  159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
  160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
  161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
  162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
  163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
  164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
  165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
  166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
  167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
  168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
  169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
  170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
  171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
  172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
  173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
  174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
  175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
  176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
  177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
  178. Agama ditantang---Agama ditantang.
  179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
  180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
  181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
  182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
  183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
  184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
  185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
  186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
  187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
  188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
  189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
  190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
  191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
  192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
  193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
  194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
  195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
  196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
  197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
  198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
  199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
  200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
  201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
  202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
  203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
  204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
  205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
  206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
  207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
  208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
  209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
  210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
  211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
  212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
  213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
  214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
  215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
  216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

Jumat, 30 Agustus 2013

Kospin Jasa dalam sejarah

Kospin Jasa dalam sejarah
Sejarah Singkat
Koperasi Simpan Pinjam Jasa dididirikan oleh para pengusaha kecil dan menengah pada dekade 1970-an yang memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan, karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional.
Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 13 Desember 1973 di kediaman Bapak H.A.Djunaid (Alm) seorang Tokoh Koperasi Nasional, diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab. Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya dalam bidang simpan pinjam. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama “JASA” dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan pemerintah.
Sejak berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi. Untuk itulah Koperasi Simpan Pinjam Jasa mendapat predikat ”Koperasi Kesatuan Bangsa

VISI
Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam yang mandiri dan tangguh dengan berlandaskan amanah dalam membangun ekonomi bersama dan berkeadilan di Indonesia.
MISI
Upaya untuk mewujudkan VISI, Koperasi Simpan Pinjam Jasa melakukan aktifitas sebagai berikut :
a.   Mengajak seluruh potensi yang ada dalam masyarakat dengan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama, agar mereka dapat bersama -sama, bersatu padu dan beritikad baik dalam membangun ekonomi kerakyatan secara bergotong royong dalam bentuk koperasi.
b.   Membantu para pedagang kecil dan menengah didalam mobilisasi permodalan demi kelancaran usaha sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
c.  Turut membantu pembangunan ekonomi dan menunjang pelaksanaan kegiatan usaha secara aktif dengan mengajak mitra usaha lainnya baik BUMN,swasta, perbankan maupun gerakan koperasi lainnya.
Koperasi Simpan Pinjam Jasa sejak berdiri telah menerapkan manajerial sistem. Rapat anggota sebagai kekuasaan tertinggi memilih pengurus dan pengawas dari anggota untuk masa jabatan 5 tahun dengan formasi ketiga etnis yang ada. Pengurus bertindak sbegai policy maker dan pengawas operasional serta hal-hal yang berhubungan dengan segi organisasi koperasi. Dalam aktifitasnya beberapa pengurus ditunjuk sebagai supervisi sesuai dengan sistem operasional yang ada.
Operasional sehari –hari dipegang / dikuasakan kepada Kepala Divisi, yang terdiri dari : Kepala Divisi Pengelolaan Dana, Kepala Divisi Operasional dan Pemasaran, Kepala Divisi Pinjaman dan Kepala Divisi Pengawasan dengan dibantu oleh Kepala Bagian Kantor Pusat dan pimpinan cabang beserta staf-staf. Untuk mengefektifkan kerja telah diangkat asisten pengurus.
Manajemen setiap bulan mengadakan rapat pleno untuk mengevaluasi kerja bulan yang telah lalu dan menetapkan kebijakan – kebijakan yang akan ditempuh pada bulan mendatang. Sistem pengawasan intern dilakukan oleh divisi pengawasan yang dibantu oleh beberapa inspektur bidang, sedangkan di tingkat kantor cabang dibentuk internal control unit (ICU).


SUSUNAN PENGURUS KOPERASI SIMPAN PINJAM JASA
PERIODE 2011-2015
KETUA UMUM                                : HA ZAKY ARSLAN DJUNAID (PEKALONGAN)
WAKIL KETUA UMUM                 : HM ANDY ARSLAN SE (JAKARTA)
KETUA I                                            : LUKITO SINDORO/LIAUW YANG SIN (KLATEN)
KETUA II                                          : H TEGUH SUHARDI BA (WELERI)
KETUA III                                         : H MARSIDI SH (SOLO)
SEKRETARIS UMUM                     : H SACHRONI (PEKALONGAN)
WAKIL SEKRETARIS UMUM       : HA. ALF ARSLAN SE (PEKALONGAN)
SEKRETARIS I                                 : H ALI MUKTI, SH M,HUM (SOLO)
SEKRETARIS III                              : KADAFI YAHYA (BOGOR)
BENDAHARA UMUM                    : H TAUFIQ KARIEM (PEKALONGAN)
WAKIL BENDAHARA UMUM     : BUDI SETIAWAN/YAP YUN FOE (BATANG)
BENDAHARA I                               : H NADHIRIN MASKHA (TEGAL)
BENDAHARA II                              : H BAIDHOWI (PEMALANG)
BENDAHARA III                             : IR ONG UMARYADI MM (PURWOKERTO)
Pembinaan Anggota
Pembinaan terhadap anggota dilakukan dalam pertemuan dengan para anggota secara berkesinambungan dan bergantian di kantor-kantor cabang. Demikian pula pembinaan anggota dilakukan secara efektif pada moment pembukaan tabungan SAFARI (SAdar manFAat kopeRasI) yang diadakan 1 (satu) bulan sekali secara berpindah-pindah dan tabungan PUNDI ARTA JASA baik di kantor cabang Koperasi Simpan Pinjam Jasa maupun di daerah wisata, yang merupakan forum tatap muka antar anggota dengan pengelola Koperasi Simpan Pinjam Jasa. Forum ini dapat dimanfaatkan oleh anggota yang mempunyai keterkaitan usaha satu sama lainya, disamping sebagai salah satu sarana promosi bagi produk-produk Koperasi Simpan Pinjam Jasa.
Pembinaan usaha anggota dilakukan pula melalui penerbitan direktori bisnis anggota Kospin Jasa, yang merupakan promosi produk usaha anggota baik kepada sesama anggota maupun mitra usaha, disamping penerbitan majalah MASA sebagai media informasi dan komunikasi usaha kecil dan menengah serta ekonomi syariâh™ah. Dan bagi anggota yang memiliki produk unggulan dapat lebih memperluas jaringan pemasarannya melalui website : www.kospinjasa.com

Perkembangan Usaha

Usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa selalu berkembang sejalan dengan perkembangan usaha anggota. Hal ini tidak lepas dari sistem penerimaan anggota yang cukup selektif, dengan harapan menghasilkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam menunjang segala usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa.
Selektifitas penerimaan anggota juga dilakukan dengan pertimbangan agar kemampuan Koperasi Simpan Pinjam Jasa baik dalam permodalan,sarana dan sumber daya manusianya dapat seimbang dengan perkembangan jumlah anggota sehingga pelayanan kepada anggota dapat maksimal.
Adanya kerjasama yang baik dan kepercayaan penuh dari masyarakat umum terhadap segala bentuk pelayanan Koperasi Simpan Pinjam Jasa, sehingga dapat tercapai perkembangan usaha yang dicita-citakan bersama. Berikut tabel perkembangan usaha Kospin Jasa dari tahun 1997-2008
No
Akhir Tahun
Simpanan (Rp)
Pinjaman (Rp)
Asset (Rp)
1
1997
74.158.634
57.389.131
82.021.576
2
1998
84.718.357
44.398.632
96.994.242
3
1999
122.207.481
51.067.862
138.906.611
4
2000
162.372.952
139.329.756
197.017.759
5
2001
246.987.395
219.805.793
274.330.507
6
2002
365.430.278
301.186.330
405.690.505
7
2003
525.115.905
405.348.148
572.609.750
8
2004
673.645.499
603.256.834
731.848.850
9
2005
812.072.392
757.221.331
882.885.271
10
2006
978.349.730
840.801.424
1.054.801.783
11
2007
1.064.828.607
910.400.592
1.161.056.440
12
2008
1.120.681.541
1.069.183.101
1.245.743.567
*) dalam ribuan

Kiat-Kiat Keberhasilan
Mengutip dari pakar yang telah mengadakan penelitian di Koperasi Simpan Pinjam Jasa, baik oleh Bapak Dr.H.Masngudi, Bapak Dr.H.Mardjani maupun lembaga peneliti lainnya, menyimpulkan keberhasilan Koperasi Simpan Pinjam Jasa disebabkan faktor-faktor sebagai berikut :
  • Figur dan kharisma para pendiri.
  • Perekrutan figure tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam lingkungan business dalam menentukan formasi kepengurusan (manajemen).
  • Penerapan manajemen yang terbuka dan rasional.
  • Seleksi yang ketat dalam penerimaan anggota, sehingga mewujudkan anggota yang berpartisipasi aktif dalam segala bentuk kegiatan usaha Koperasi Simpan Pinjam Jasa.
  • Mendekatkan lokasi layanan pada sentra-sentra perdagangan para anggota.
  • mengikutsertakan semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku, ras, golongan dan agama sehingga dengan kesadarannya tercipta sense of belonging baik dari tingkat anggota dan para pengelolanya.
  • performance / penampilan perkantoran yang cukup memadai yang menumbuhkan kepercayaan dengan dukungan sarana dan prasarana yang dapat mempercepat pelayanan.
  • Berjalannya pengkaderan dari kalangan tua yang memberikan kerpercyaaan / kesempatan kepada yang muda.
  • Sense of business diantara pengelola, sehingga dapat mengutamakan ketepatan dan kecepatan layanan.
  • Dukungan yang penuh dari masyarakat lingkungan daqn pemerintah.
 Penyertaan Koperasi
1. Pendiri dan Anggota Koperasi Jasa Audit Jawa Tengah
2. Pendiri Koperasi Asuransi Jiwa Indonesia
3. Anggota Koperasi Pembiayaan Indonesia
4. Pemegang Saham Bank Bukopin
5. Pendiri dan Anggota Induk Koperasi Simpan Pinjam
Prestasi
  1. Koperasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 1981
  2. Koperasi Teladan Tingkat Nasional Tahun 1982 – 1986
  3. Koperasi Teladan Utama Tingkat Nasional Tahun 1987 – sekarang
  4. Koperasi Inti Jawa Tengah
  5. Koperasi Berprestasi Tahun 1999
Tabungan & Simpanan
*). Tabungan Koperasi (TAKOP)
TAKOP merupakan tanda bahwa penabung telah berpartisipasi aktif terhadap program pemerintah didalam kehidupan berkoperasi.
TAKOP sebagai wahana pemupukan modal usaha dari yang kecil hingga yang besar.
TAKOP sebagai sarana untuk mendidik putra-putri anda agar gemar menabung dan hidup hemat.
Syarat-syarat Tabungan Koperasi (TAKOP) Koperasi Simpan Pinjam JASA :
1. Penabung adalah keluarga besar Koperasi Simpan Pinjam JASA, masyarakat umum dari pelajar
sampai mahasiswa dari buruh sampai pengusaha, dari pedagang kecil sampai pedagang besar.
2. Mengisi formulir yang telah disediakan.
3. Menyerahkan foto copy tanda pengenal.
4. Saldo minimal Rp 50.000,- dan maksimal tidak terbatas.
Apabila Anda sebagai peserta TABUNGAN SAFARI Koperasi Simpan Pinjam JASA dengan sarana tabungan ini Anda tanpa terasa bisa memenuhi setoran dengan baik dan tepat waktu.
Pada akhir bulan, tabungan anda akan mendapat keuntungan dengan sendirinya yang besarnya cukup menarik.
Dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang belanja Anda atau uang jajan untuk ditabung, dalam waktu tertentu anda akan bisa memanfaatkan uang tabungan anda untuk keperluan yang lebih besar
*). Simpanan Hari Koperasi (HARKOP)
Simpanan HARKOP (Hari Koperasi) adalah simpanan khusus yang mempunyai jangka waktu 1 (satu) tahun. Setoran minimal Rp. 25.000,-. Penyimpan Simpanan HARKOP mendapatkan setifikat HARKOP. Apabila sewaktu-waktu pemegang Sertifikat HARKOP memerlukan dana, maka Sertifikat HARKOP dapat digunakan sebagai jaminan untuk berbagai jenis pinjaman.
MEMBANGUN KOPERASI..
Dengan Simpanan HARKOP, Anda ikut berpartisipasi secara langsung terhadap program pembangunan ekonomi kerakyatan yang berjiwa koperasi.
PRAKTIS DAN MUDAH
Atas keinginan Anda, sebelum jatuh tempo dapat dipindahtangankan kepada sesama anggota atau keluarga besar Koperasi Simpan Pinjam JASA dengan menyertakan Surat Kuasa Pemindahan.
Setelah jatuh tempo dapat dicairkan diseluruh kantor Koperasi Simpan Pinjam JASA terdekat.Simpanan bisa dilakukan sewaktu-waktu.
Ketentuan:
1. Simpanan minimum Rp 25.000,- dan maksimum tidak terbatas.
2. Setiap kelipatan Rp 25.000,- diberikan 1 (satu) nomor undian berhadiah.
3. Jangka waktu 12 (dua belas) bulan
4. Nomor undian berhadiah akan diundi satu tahun sekali pada peringatan Hari Koperasi Indonesia antara bulan Juli – Agustus di Koperasi Simpan Pinjam JASA Pusat dan hasilnya akan diumumkan  diseluruh kantor pelayanan Koperasi Simpan Pinjam JASA.
HADIAH
Hadiah I  :  1 (satu) hadiah Biaya Perjalanan Ibadah Haji untuk 2 (dua) orang
Hadiah II :  1 (satu) hadiah senilai biaya umroh untuk 2 (dua) orang
Dan Hadiah-hadiah menarik lainnya
*). Tabungan SAFARI
Tabungan SAFARI adalah suatu produk Kospin JASA yang mengutamakan rasa kegotong-royongan dan rasa kebersamaan, tidak hanya menawarkan tingginya suku bunga dan iming-iming dengan hadiah besar. Tabungan SAFARI menciptakan sesuatu yang beda dan istimewa, sehingga tabungan ini dapat memenuhi segala keinginan dan harapan Anda.
*). Tabungan Haji Labbaika
Tabungan Haji “Labbaika” merupakan produk Koperasi Simpan Pinjam JASA dalam rangka melayani kebutuhan umat Islam untuk menunaikan kewajibannya dalam Ibadah haji. Tabungan ini kami selenggarakan secara khusus dengan setoran awal Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) untuk setoran berikutnya tergantung rejeki Anda.
*). Tabungan Pundi Arta Jasa
Ketika Anda inginkan jaringan bisnis meluas, dan harapan memiliki hadiah lebih berpeluang, pastikan pilihan Anda pada Tabungan PUNDI ARTA JASA. Tabungan dengan jangka waktu 24 bulan, yang setiap bulannya dengan setoran sebesar Rp. 500.000,- Peserta berhak ikut undian setiap bulan berupa sebuah sepeda motor HONDA.
Pinjaman
PINJAMAN HARIAN
Dengan plafond yang telah ditentukan, anda diberi hak untuk menarik pinjaman kapan saja sesuai batas plafond dan bisa melunasinya setiap saat meski belum jatuh tempo. Adapun jangka waktunya 1 tahun dan dapat diperpanjang bila memenuhi syarat.
Penarikan dana Pinjaman Harian dapat dilakukan sewaktu-waktu serta berulang-ulang dengan menggunakan TANDA TERIMA khusus dari Koperasi Simpan Pinjam JASA sesuai dengan batas plafond yang diberikan.
Jangka waktu pinjaman maksimum selama 1 (satu) tahun. Pinjaman Harian dapat diperpanjang selama 1 (satu) tahun lagi, dengan catatan jika masih layak dan memenuhi persyaratan yang ada. Jaminan yang digunakan berupa barang tak bergerak atau simpanan – simpanan. Bunga ringan dihitung menurun berdasarkan jangka waktu pemakaian pinjaman.
PINJAMAN BERJANGKA
Pinjaman Berjanka diberikan kepada anggota, calon anggota dan anggota koperasi lain maupun koperasi. Penarikan pinjaman ini dilakukan secara sekaligus. Peminjam diwajibkan membayar bunga dan pokok pinjaman setiap bulan, atau membayar bunga setiap bulan dan pokok pinjaman dilunasi pada saat jatuh tempo.
Jangka waktu pinjaman selama 1 (satu) tahun. Jaminan yang diagunkan berupa barang tak bergerak, barang bergerak atau simpanan-simpanan.
PINJAMAN INSIDENTIL
Pinjaman Insidentil diberikan kepada anggota, calon anggota, anggota koperasi lain maupun koperasi. Penarikan pinjaman dilakukan secara sekaligus. Peminjam diwajibkan membayar bunga setiap bulan, dan pokok pinjaman dilunasi pada saat Jatuh Tempo.
Jangka waktu pinjaman selama 3 (tiga) bulan. Jaminan yang digunakan berupa barang tak bergerak, barang bergerak atau simpanan-simpanan.
PINJAMAN ANUITET (Angsuran Tetap)
Pinjaman ini diberikan kepada Anggota, Calon Anggota, Anggota Koperasi lain maupun Koperasi. Penarikan Pinjaman ini dilakukan secara sekaligus. Peminjam diwajibkan membayar bunga dan Pokok Pinjaman tiap bulan (Angsuran Tetap) selama Jangka Waktu yang disepakati.
Jangka waktu Pinjaman selama :
a.   12 (dua belas) bulan
b.   24 (dua puluh empat) bulan
c.   36 (tiga puluh enam) bulan
d.   48 (empat puluh delapan) bulan
Jaminan yang digunakan berupa barang tak bergerak, barang bergerak atau simpanan-simpanan.
TALANGAN DANA HAJI
Talangan Dana ini diberikan kepada Anggota, Calon Anggota dan Anggota Koperasi lain yang kekurangan biaya naik haji. Plafond maksimal yang dapat diberikan sebesar Rp. 15.000.000,- . Jangka Waktu Pelunasan maksimal 1 (satu) bulan sebelum keberangkatan Haji. Dana talangan ini tetap menggunakan jaminan berupa barang tak bergerak dan barang bergerak.
PINJAMAN ANJAK PIUTANG
Pinjaman yang diberikan kepada pedagang yang mempunyai BG/CEK Bank atau TT Kospin JASA atas nama orang lain (bukan diri sendiri) yang dapat dipertanggungjawabkan kebonafitannya.
Jangka waktu Pinjaman  maksimal 3 (tiga) bulan, Plafond  minimal Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) dan maksimal tidak terbatas. Jaminan  bisa berupa barang tak bergerak dan barang bergerak (sertifikat, BPKB dan logam mulia).
PINJAMAN PAKET KENDARAAN LEWAT DEALER
Pinjaman yang diberikan kepada para Dealer Mobil/Motor dengan plafon maksimum pinjaman sebeSar Rp. 1.750.000.000,-.
Jangka waktu pinjaman maksimal 36 bulan, dengan jaminan berupa barang tak bergerak dan barang bergerak (tanah & bangunan, BPKB end user).

PINJAMAN UMK
Sasaran :
Pengusaha atau pedagang kecil, para profesional; PNS, Pegawai Swasta, TNI, POlri, Dokter, Notaris dsb.
Besar Pinjaman, bagi pedagang kecil maksimal Rp 10 juta dan bagi pegawai maksimal Rp 20 juta.
Jaminan :
Jaminan dapat berupa: tanah bangunan (Sertifikat), Kendaraan Roda 2 (BPKB) atau Logam Mulia.
Syarat dan ketentuan berlaku.

Kantor Cabang Kospin JASA

Koperasi Simpan Pinjam Jasa
Pusat : Jl. Dr. Cipto No.84 Telp. (0285) 422872 -  422873 Fax. (0285) 421890 Pekalongan.
Pekalongan : Jl.Dr. Cipto No.84 Pekalongan Telp. (0285) 428907 – 428908 -  428911 -  428912  Fax. (0285) 428910
Cabang Pembantu Buaran : Jl. Raya Buaran Pekalongan Telp/Fax. (0285) 423578.
Pemalang :  Jl Jendral Sudirman No 13 Pemalang Telp. (0284) 321285 Fax. (0284) 321339.
Comal : Jl A Yani 11-12 A Telp. (0285) 577171 Fax. (0285) 577220
Kas Pembantu Pemalang :  Blok Pasar Pagi No 15 A Pemalang Telp. (0284) 326127 Fax (0284) 326126
Randudongkal : Jl. Gatot Subroto Randudongkal Telp/Fax. (0284) 584304.
Tegal : Jl. Jend. A.Yani No.63 Tegal Telp. (0283) 351033 – 353105 Fax. (0283) 359037.
Banjaran : Jl. Raya Utara Adiwerna Banjaran No 10 Telp. (0283) 443045 Fax. (0283) 446110
Surakarta : Rukan Sudirman Square Jl Jendral Sudirman 1-2 Surakarta Telp. (0271) 646154 Fax. (0271) 654569.
Pasar Klewer Los G-21-22-23 Solo Telp. (0271) 647850- 634451.
Kartasura: Jl A Yani Kompleks Ruko Kartasura Blok D 10  (0271) 780956
Semarang : Jl. MT. Haryono No.713 Telp. (024) 8418032. Fax. (024) 8413890.
Jurnatan : Komplek Pertokoan Jurnatan   Jl. H.A. Salim 11 – 12 Semarang Telp. (024) 3549912 – 3546312 fax. (024) 3556329.
LIK Semarang : Jl. Industri Barat I/93 Komplek LIK Kaligawe KM 4 Semarang Telp. (024) 6582275, 6584170 Fax (024) 6582018 
Ungaran : Jl. P. Diponegoro Ungaran Telp. (024) 6921762.
Klaten : Jl. Pemuda Utara Klaten Telp. (0272) 322177 Fax. (0272) 323486.
Pedan : Jl. Kauman Pedan Klaten Telp. (0272) 897450.
Weleri : Jl. Raya No.117 Weleri Telp. (0294) 641451, 642626 Fax.(0294) 641310. 
Kaliwungu : Jl. Raya Kaliwungu 123 B Kaliwungu Kendal Telp. (0294) 383141, 385414.
Sukorejo : Jl. Raya Sukorejo No.4 Telp. (0294) 452162. 
Cepiring : Jl Raya Cepiring 94 Cepiring Telp. (0294) 381713.
Sragen : Jl. Raya Sukowati 168 Sragen Telp./Fax. (0271) 891286.
Temanggung : Jl. Tentara Pelajar Ruko Blok C Temanggung Telp. (0293) 491562. Fax 493636
Magelang : Komplek Pertokoan Puja Sera Tumoto II No.2 Magelang Telp. (0293) 364380.
Muntilan ; Jl Pemuda Ruko Plaza Muntilan Telp. (0293) 585103 Fax. (0293) 586137
Parakan : Jl. P. Diponegoro No.6 Parakan Telp. (0293) 596339.
Purbalingga : Jl. Panjaitan 141 Purbalingga Telp. (0281) 891659 Fax. (0281) 892024.
Bobotsari : Jl. Raya Gandasari Bobotsari Telp. (0281) 759247.
Purwokerto : Jl Jendral Sudirman Komplek Ruko Aroma No 6 – 7 Purwokerto Telp (0281) 643126, 643157, 632640. Fax. (0281) 639622.
Sokaraja : Jl. Gatot Subroto 37 Sokaraja Purwokerto Telp. (0281) 634179 Fax. (0281) 639622.
Ajibarang : Jl Raya Pancasan Depan Pintu Gerbang Pasar Ajibarang. Telp (0281) 6570033
Batang : Jl. Jend. Sudirman  71 B Batang  Telp. (0285) 391329 Fax. (0285) 392132.
Limpung : Jl. Raya Depan Pasar Limpung Telp. (0285) 666132 Limpung.
Kas Bandar : Pasar Bandar Blok E No 15 Batang (0285) 689487
Jepara : Jl. Pemuda 74 Jepara Telp. (0291) 598221, 598224
Kas Jepara : Jl. Untung Suropati 20 Depan Pasar Kota Jepara Telp./Fax. (0291) 591472.
Brebes : Jl. Ahmad Yani 72-74 Brebes Telp. (0283) 671201 Fax. (0283) 671587.
Ketanggungan :  Jl Jendral Sudirman 151 Ketanggungan Telp./Fax. (0283) 881053. Fax (0283) 881626
Jatibarang : Jl. Letkol Solichin 9 Jatibarang Telp. (0283) 6183026 Fax (0283) 6183163
Kajen : Jl. Mandurareja 436 Kajen Telp. (0285) 381500.
Wiradesa : Jl. Raya 16 iradesa Telp. (0285) 4417080 Fax. (0285) 4417359.
Kedungwuni : Jl. Raya Kedungwuni Pekalongan Telp. (0285) 785233, Fax (0285) 785911.
Wonosobo : Jl. A. Yani No. 101  Wonosobo Telp. (0286) 322304 Fax. (0286) 321042.
Banjarnegara : Jl Veteran No 93 Banjarnegara Telp. (0286) 591711
Pati : Jl. Jend. Sudirman No.102 Pati Telp. (0295) 381677 Fax. (0295) 383947.
Juwana : Komplek Plaza Juwana No.022, Jl. Jend. Sudirman Juwana – Pati, Telp. (0295) 472310.
Kudus : Ruko A. Yani 23 Kudus Telp. (0291) 446418.
Yogyakarta : Jl. K.H.A. Dahlan 61 Yogyakarta Telp. (0274) 385579 Fax. (0274) 385578.
Jakarta: 
Bendungan Hilir : Jl. Bendungan Hilir No.61 Jakarta Pusat   Telp. (021) 5732550 – 5724889 Fax. (021) 5723989.
Cipulir : Jl. Ciledug Raya 24 D Jakarta Selatan, Telp. (021) 7254513.  
Komplek Grosir – Aryamatex Kospin JASA-  : Blok C No.1,2,3 Jl. Wahid asyim – Cipadu – Tangerang  Banten Telp. (021) 73453304.
Ciledug  : Jl HOS Cokroaminoto Nomor 8 Komplek Ruko Anugerah 38 Ciledug Tanggerang Banten (0281) 73454856, 73454860 Fax (021) 73454923.
Tanah Abang : Jl. Fachrudin Proyek Tanah Abang Bukit Blok F-28 Kampung Bali Jakarta Pusat Telp. (021) 2311382 Fax. (021) 3143527.
Mampang : Jl. Mampang Prapatan Raya No.32 Jakarta Selatan Telp. (021) 79192611 Fax. (021) 7900608.
Kas Cibubur : Jl Alternatif Cibubur No 117 C Telp. (021) 82494424 Fax. (021) 82494405 Bogor
Cirebon : Jl. Pangeran Surya Negara No. D6 Cirebon Telp. (0231) 200703 Fax. (0231) 205564.
Tasikmalaya :  Jl Sutisna Senjaya 105 Tasikmalaya Telp. (0265)  313957  
Kas Tasikmalaya : Komplek Pasar Cikerubuk Blok III No 16 Tasikmalaya Telp. (0265) 313958 Fax. (0265) 320757
Bandung : Jl. Otto Iskandardinata No.453 A Bandung Telp. (022) 5204977. Fax. (022) 522813.
Bogor : Jl Raya Padjajaran No 38 Bogor Telp. (0251) 394481 – 394482. Fax. (0251) 394483
Surabaya : Jl. Waspada No.39 E, Bungkaran Pabean Cantikan Surabaya Telp. (031) 3574012, 3574013 Fax. (031) 3574014.
Bali : Kompleks Pertokoan Kertawijaya, Jl Diponegoro No 110 (A 7 – A 8) Denpasar Bali (0361) 263134 Fax (0361) 262156
Legian-Kuta Bali : Jl Legian Tengah No 426 Legian Kuta Badung  (0361) 767578  Fax . (0361) 755919
Bandar Lampung ; Jl Jendral Sudirman No 1A-1B (0271) 240592
Kospin Jasa Syari’ah : Jl. KH. Wahid Hasyim No 21-23 Kauman Pekalongan. Telp. (0285) 431766 Fax. (0285) 434904. 
Kospin Jasa Syariah Banjaran :  Jl. Raya Utara Adiwerna Banjaran 158 Telp. (0283) 443705 Fax. (0283) 443479
Kospin Jasa Syraiah Tegal ; Jl Gajagmada No 63 (0283) 351057
Kospin Jasa Syariah Bekasi : Jl KH. Noer Alie Ruko Permata Kav 4-5 Kalimalang Bekasi (021) 88860746 Fax. (021) 88860672
Kospin Jasa Syariah Bali : Jl Teuku Umar No 246 Telp. (0361) 245764 Fax. (0361) 244346
Kospin Jasa Syariah Jogja ; Jl Kaliurang KM 7 Jogjakarta (0285) 886420 Fax. (0274) 886248
Kospin Jasa Syariah Magelang : Komplek Pertokoan Puja Sera Tumoto II No.2 Magelang (0293) 366242
Kospin Jasa Syariah Surabaya ; Jl KHM Mansyur 141 Surabaya (031) 3523614
Kospin Jasa Syariah Pemalang :  Jl Jendral Sudirman No 13 Pemalang Telp (0284) 325863 Fax. 325263
Kospin Jasa Syariah Solo : Jl. Tambak Segaran 16c Solo